![]() |
| Ilustrasi secangkir kopi |
Siang itu tercium bau harum aroma kopi yang sedang di sangrai oleh ayuk Inut tetangga saya. Aroma biji kopi yang di sangrai tak henti-hentinya menusuk Indra penciuman saya...aaah sedapnya...
Sangrai atau menyangrai biji kopi adalah proses mematangkan biji kopi secara tradisional dan biasanya menggunakan kuali besar, jika sekarang sudah banyak mematangkan biji kopi dengan mesin yang lebih modern.
Biasanya di pabrik-pabrik , kopi di olah dan di matangkan / di panggang dengan alat khusus yang berputar terus menerus dengan mesin .
Sedang untuk skala kecil seperti kedai kopi atau kafe ada alat khusus yang modern untuk mematangkan biji kopi kalo ga salah coffee roaster namanya.
Sebagai penikmat kopi terutama kopi hitam, saat menyeduh kopi dengan air mendidih langsung tercium aroma kopi yang keluar seketika.
Dulu saya adalah penikmat kopi hitam sejak jaman sekolah di bangku SMP, saat itu setiap pulang sekolah menjelang sore hari kebiasaan saya selalu menyeruput kopi dari cangkir lurik hijau nenek, walaupun gak banyak tapi kebiasaan menyeruput kopi menjadi kegiatan yang berlangsung hingga saya dewasa.
Bisa di bayangkan udah berapa tahun lamanya saya menyeruput kopi hitam. Sampai akhirnya sejak tiga bulan yang lalu saya mulai sedikit-sedikit mengurangi kegiatan ngopi saya dan akhirnya berhenti total sampai hari ini.
Ada rasa rindu jika melihat orang menyeruput kopi panas terutama kopi hitam, ada rasa kepingin mencium aroma khas bubuk kopi yang di seduh air panas, apalagi mencicipinya.
Namun sayang saya harus sedikit tegas pada diri sendiri kalau saya udah ga boleh meminum kopi kegemaran saya semenjak ada gangguan pencernaan.
Iyah pak dokter selalu wanti-wanti saya ga boleh lagi meminum kopi hitam, kalau ga mau kumat-kumatan lagi lambungnya. Kopi di tenggarai menjadi salah satu pemicu lambung saya yang bermasalah.
Di balik kebaikan kopi ternyata kafein pada kopi di anggap bisa memicu asam lambung semakin naik, jadi saya kudu berhenti total ga lagi minum kopi, terutama kopi hitam. Ya bisa di bayangin saya minum kopi udah dari jaman SMP udah puluhan tahun lamanya.
Tapi sebetulnya pemicu lain karena kebiasaan makan yang selalu berbumbu pedas, di tambah kegemaran saya yang setiap hari selalu minum kopi makin jadilah pencernaan saya mengalami gangguan. Sebetulnya banyak juga manfaat dari kopi itu sendiri, tapi saya ga akan membahas itu yah, kalian pasti udah pernah baca dan tahu sendiri.
Memang Ayuk Inut tetangga saya ini rajin banget menyangrai kopi, biasanya kopi untuk konsumsi sendiri, biasalah kalau orang Sumatra itu memang kebanyakan ngopi sedari muda, kebiasaan itu biasanya turun temurun dari orang-orang tua terdahulu. Memang kopi adalah komoditi utama provinsi Lampung selain lada tentunya.
Di tempat saya ada salah satu pabrik kopi yang sudah lama banget beroperasi dengan kopi bubuk andalannya yaitu Kopi Bubuk Cap Bola Dunia yang menjadi oleh-oleh khas dan ini adalah produk kopi terlama di Bandar Lampung.
Banyak yang bisa di bawa buat buah tangan bagi kalian yang berkunjung ke Bandar Lampung, ada banyak pilihan mulai dari kopi hitam yang kemasan jadul hingga kopi hitam kemasan modern, mulai dari toko oleh-oleh, minimarket dan supermarket besar yang menjual kopi khas Lampung.
Hemmm karena harum kopinya Ayuk Inut menyebar kemana-mana bikin saya jadi kepingin menyeruput sedikit kopi, hal yang udah hampir enggak pernah saya rasakan lagi lebih dari tiga bulan lamanya.
Gara-gara bau semerbak kopi sangrai yuk Inut saya jadi melebar kemana-mana hahaha..ga apa yuk...karena harumnya kopi ayuklah bisa jadi satu postingan saya😀...lain waktu akan saya bahas lagi tentang kopi legendaris di Bandar Lampung yah...kali ini cukup lah saya menikmati semerbak kopi sangrai dari tetangga sebelah rumah saja.
Salam😀


