Tiwul, Dulunya Makanan Ndeso, Kini Merambah Kota

 

Tiwul

Mreneyoo.com. Tau makanan yang satu ini enggak ? Namanya tiwul, terbuat dari ketela atau singkong, tiwul bisa jadi pengganti nasi karena mengandung karbohidrat pengganti yang cukup mengenyangkan.

Tiwul sendiri sudah lama ada dan termasuk makanan jadul karena sudah ada berpuluh tahun yang lalu. Tiwul terbuat dari ketela atau singkong yang proses pembuatannya di tumbuk setelah di bersihkan dan menjadi butiran-butiran kecil dan kemudian di jemur / di oven hingga kering dan berwarna kecoklatan / gelap. Yang mangkuk merah kecil itu tiwul mentah, dan piring hijau adalah tiwul setelah di olah matang.

Kala itu saat negeri ini mengalami kesulitan dalam pangan, tiwul di gunakan menjadi alternatif pangan pengganti beras atau nasi karena merupakan karbohidrat yang cukup mengenyangkan.

Biasanya penduduk di pedesaan banyak mengolah tiwul dan di jadikan makanan pokok pengganti nasi, masyarakat Jawa pasti mengenal tiwul atau nasi tiwul, biasanya setelah di olah jadi pengganti nasi, tiwul di sajikan dengan sayuran dan lauk pauk, jadi seperti memakan nasi kayak biasanya hanya nasinya terbuat dari tiwul.

Tekstur tiwul sendiri setelah di olah menjadi lembut tetapi enggak lembek, jadi masih terasa sensasi grenyel-grenyel nya ketika di kunyah.

Kebetulan kali ini saya masak tiwul versi gurihnya, tiwul di kukus sampai matang, sekitar dua puluh menit saja tanpa campuran apapun, hanya parutan kelapa muda yang di bubuhi sedikit garam, jadi rasanya gurih , ada yang bikin beda rasa tiwul ini, saya susah ngejelasinnya hehehe, tapi bagi penyuka atau yang pernah makan tiwul pasti tau ciri khas dari si tiwul.

Dulu saat saya masih kecil walaupun saya enggak tinggal di desa, tapi almarhumah ibu rajin ke pasar tradisional untuk membeli jajan pasar berupa tiwul, getuk, iwel-iwel, dan gatot, semuanya terbuat dari singkong namun rasa dan bentuk yang berbeda, saya penyuka jajan pasar atau makanan tradisional, sesekali juga beli jenis makanan lainnya yang lebih modern kayak mochi & roti.

Biasanya tiwul di sajikan dengan cita rasa yang manis dari gula merah dan di taburi dengan kelapa parut yang gurih, di bungkus dengan daun pisang. Rasanya nikmat, manis dan gurih perpaduan dari gula merah dan gurihnya kelapa parut. 

Sekarang tiwul bermetamorfosis menjadi tiwul kekinian alias tiwul instan. Jadi memasaknya lebih praktis dan tahan lama, bisa di beli di supermarket tertentu, karena nggak semua supermarket atau minimarket menjualnya. Tapi tiwul instan bisa di beli secara online dan cukup banyak juga penjual tiwul instan dan harganya cukup terjangkau.


Tiwul instan, ft shopee

Kebetulan saya penyuka tiwul dan titip beli dari  anak-anak PKL saat ke kampung,.Tiwulnya bersih dan kering, berarti bagus proses pembuatannya.

Memasak tiwul sendiri cukup mudah, hanya perlu merendam tiwul dengan air sekitar semalaman dan di bilas sampai bersih dan di tiriskan, tiwul siap di kukus atau di olah. Apalagi tiwul instan, prosesnya pun lebih mudah dan cepat.

Di balik bentuknya yang sederhana, tiwul sendiri mengandung vitamin C, kalsium, zat besi, protein, fosfor juga vit B yang baik bagi tubuh.

Nah siapa nih yang suka makan tiwul kayak saya, selain rasanya yang unik dan enak, tiwul juga mulai merambah di perkotaan, beberapa hotel pun menyajikan tiwul menjadi panganan khas namun dengan bentuk yang lebih modern, ada juga beberapa rumah makan tradisional walaupun gak banyak yang menyajikan tiwul atau nasi tiwul sebagai pengganti nasi, pakai sayur lodeh santan, lauk tahu tempe dan ikan asin plus sambelan..walau sederhana namun terasa nikmat, masih ada yang enggak tau tiwul  ya ? 

Hayoo angkat tangannya😁, kayaknya anak-anak jaman sekarang banyak yang enggak tau si tiwul ini, soalnya selain banyaknya makanan modern, tiwul juga jarang di perkenalkan sebagai salah satu makanan tradisional, yuk cobain tiwulnya biar si tiwul gak ketinggalan jaman.



Salam