Ombak Belagu


Mreneyoo.com. Satu kisah dari sebuah kampung di Sumatra, ada seorang gadis sebut saja namanya Mawar. Mawar adalah gadis kampung yang belum pernah pergi main jauh-jauh, termasuk pergi ke pantai, karena pantai lumayan jauh dari kediamannya.

Pada suatu ketika di ajaklah Mawar oleh teman sebayanya, sebut saja nama panggilan-nya Yuk Ani.

Hari itu Ani dan Mawar pun berangkatlah menuju pantai menggunakan sepeda tua.

Sampai di pantai mereka berdua duduk-duduk di pasir sembari menatap deburan ombak yang bergulung-gulung dengan derasnya.

Ani mengajak mawar untuk mandi di pinggiran pantai, tapi nampaknya Mawar masih terkesima melihat gulungan ombak lautan, maklumlah ini untuk pertama kalinya Mawar melihat pantai dari dekat secara langsung.

Mawar agaknya penasaran dengan gulungan ombak, namun dia tidak berani mendekat untuk berenang di pinggir pantai.

Sambil berkata dalam bahasa daerah Sumatra.

Yuk Ani : Mawar, mandilah kau, mumpung kito di laut, lemak nian, banyunyo anget.

Mawar : idaklah Yuk Ani, aku idak berani mandi banyu laut, banyunyo besak nian....aku takut tenggelem, gek kanyut pulak ujar Mawar menyaut.

Yuk Ani: alah kau tu penakut nian...

Mawar : Idak yuk, aku mau duduk bae di pasir ni ujar Mawar lagi, maklumlah kali di belakang rumahnya tak ada seujung kukunya.

Ani pun berenang sendiri, sementara Mawar masih terpesona agaknya dengan gulungan ombak di pantai yang cukup besar dan suara ombak yang berdebur, tapi dia tak berani, namun nampaknya dia makin penasaran.

Akhirnya Mawar pun berinisiatif untuk melihat gulungan ombak dengan jarak yang sangat dekat, maka Mawar memberanikan diri untuk mengambil air laut dengan sebuah ember plastik yang agak besar, dia segera mengisi penuh ember dengan air laut dan membawanya ke pinggir pantai.

Dengan semangat Mawar meletakkan ember berisi air laut tersebut di hadapannya.

Semenit, di tunggunya gulungan ombak di dalam ember, belum bergerak dan berdebur.

Lima menit di tunggunya lagi gulungan ombak di dalam ember tadi, tapi masih belum bergerak sama sekali, bahkan tak ada suara deruan ombak, dia heran, kenapa airnya tak bergerak-gerak sama sekali, lantas Mawar dengan polosnya bertanya pada Ani.

Mawar : Yuk Ani, ngapo pulak banyu lautnyo idak belagu ? 

Lamo nian ku tunggu...Aku dah ambek banyu laut sikok embergh penuuh, aku tunggu-tunggu, ku jingok tapi idak begerak-gerak,....

Idak katek deru suaronyo macem di laut tuu, banyunyo pacak belagu, lah ngapo yo Yuk ?

Yuk Ani hanya bisa menepok jidat, aiih,..dasar budak buyan 🀦, mak mano pulak nyelek gelombang dalam banyu ember.


Catatan kecil

Banyu : air

Buyan : bodoh

Sikok: satu

Ambek : ambil

Lamo nian : lama sekali

Idak : tidak

Ngapo : kenapa

Idak katek : tidak ada

Belagu : bersuara

Jingok : lihat

Budak : anak



Salam 

Posting Komentar

6 Komentar

  1. hahahahaha....sampai ke situ dia boleh fikir hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya di pikirnya dalam ember air laut bisa sama 😁

      Hapus
  2. bahasanya mirip dialek orang negri sembilan di sini sebab mereka berasal dari rumpun yang sama. minangkabau.

    BalasHapus
  3. 🀣🀣🀣🀣🀣 boleh digetok ga anaknya hahahahha. Gemeeeees πŸ˜‚πŸ˜‚.

    Aku kangen denger bahasa ini. Dulu pas di Aceh, Krn tinggal di komplek yg mana isinya karyawan oil company semua, jadi banyaaaaak yg asalnya dari mana2, Lampung, Palembang , Aceh, dll. Kebetulan tetanggaku orang Palembang kebanyakan. Jadi terbiasa lah dengar cakap mereka. Ini sepupunya suami juga Palembang, kalo udh ketemu pake bahasa sana, untungnya aku msh paham 🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...mawar memang meitu..budak rado buyan...anggepnyo pacak nyelek ombak dalem emberπŸ˜†...iya mbk Fanny ini bahasa Palembang, saya sebetulnya campuran Jawa tengah dan Lampung,tapi berhubung dari kecil ngomong bahasa Palembang jadinya ya pahamlah dikit"..maka jadilah cerita norak ini wkwkwkkπŸ˜„πŸ˜†

      Hapus