![]() |
| Kong Djie Coffee |
Mreneyoo.com. Sebetulnya ini hanya bagian cerita dari jalan-jalan ku selama berada di kepulauan Belitung, tapi ya kok masih ada rasa malas buat posting jalan-jalannya, bahkan draft tulisan aja belum ada sama sekali, jadi dari pada blog ini kosong melompong karena rasa malas yang belum mau pergi, lebih baik ngopi dulu kali yaa 😄
Siang itu mobil travel yang kami tumpangi membawa kami ke salah satu legenda kopi terkenal di kepulauan Belitung, kenapa di sebut legenda, karena keberadaan Kong Djie Coffee sendiri sudah ada cukup lama sejak tahun 1943.
Singkat cerita, sesampainya kami di sana beberapa pengunjung penikmat kopi yang kebanyakan adalah bapak-bapak sedang asik menikmati kopi sembari bermain catur dan beberapa lagi terlihat asik mengobrol.
Bukan berada di tempat kopi yang mewah, tapi hanya warung kopi sederhana, layaknya warung kopi pada umumnya, sederhana dan hanya ada dua buah lukisan foto pemiliknya Kong Djie dan istri dan beberapa foto pengunjung.
Foto sang istri mengingatkan saya pada istri salah seorang tokoh dunia, presiden Filipina kala itu, Ferdinand Marcos, ya foto istri Kong Djie mirip banget dengan Imelda Marcos, termasuk cepol atau sanggul kecil yang di tata di kepalanya 😄
Kami segera memesan beberapa gelas kopi dan sedikit cemilan berupa kue-kue jadul. Aku sendiri memesan kopi susu dan yang lain memesan kopi hitam, sementara kedua ponakan ku memesan minuman kopi dingin.
![]() |
| Kopi susu pilihan ku |
Rasa kopi di warung kopi Kong Djie cukup otentik, kopi hitam pekat dengan rasa yang sedikit unik menurutku, ada aroma dan rasa seperti kayu bakar yang khas.
Pilihanku jatuh pada kopi susu, kenapa bukan kopi hitamnya saja, karena beberapa bulan ini aku mulai mengurangi minum kopi hitam, jadi sebagai gantinya aku memesan kopi susu, masih terasa kopinya yang cukup kuat bercampur sedikit susu, disajikan dalam gelas sederhana, tetap terasa nikmatnya apalagi minum kopi disini gratis buat kami, bagian dari servis travel,....waah asiiik 😄
Seumur-umur ini baru pertama kalinya aku menikmati kopi di warung kopi bercampur baur dengan bapak-bapak yang setia menjadi pelanggan tetapnya. Ternyata ngopi di warung kopi asik juga yaa, nuansanya beda aja, lebih membaur dengan masyarakat setempat, sederhana tapi asiik.
Aku sempat memperhatikan dapur di warung kopi ini dari luarnya, nampak teko air panas jadul yang cukup besar, unik dan beda, bukan seperti dandang atau ceret air panas pada umumnya, yang ini terlihat unik, ini sih jadi point plus dari ke otentikan di warung kopi ini.
Warung kopi Kong Djie sendiri ada beberapa outlet di beberapa tempat, namun perintis pertamanya adalah di tempat yang ku datangi ini.
Siang itu kami menutup hari di warung Kong Djie Coffee, rasa kopi kampung yang otentik, sederhana namun di balik kesederhanaan warung kopinya, aku masih bisa menikmati rasa kopi itu sendiri, tanpa banyak campuran ini itu, negara kita kaya akan hasil alamnya, salah satunya kopi yang menjadi komoditi ekspor, tapi kenapa banyak dari kita lebih memilih kopi luar yang justru rasa kopinya sendiri enggak begitu terasa, sementara orang minum kopi itu untuk menikmati rasa asli kopinya, bukan sekedar gaya-gaya an, tapi soal selera itu sih tetap pilihan mu.








24 Komentar
sekarang dah terlalu banyak kopi hipster... pada hal kopi authentic macam ni lagi sedap untuk dinikmati
BalasHapusNah iya kan sis, otentik rasa kopinya entah hilang kemana, cuman manis dari gula dan krimernya saja.
HapusWaah bagus tampilan Kong Djie Coffee. Menyesuaikan suasana bagi penikmat Kopi.😁😁
BalasHapusCuma sayang saya sudah berhenti ngopi dan merokok. Apapun jenis Kopinya yaa tetap nggak kaya dulu lagi, dikasih segelas paling cuma diminum sesendok kecil.😂😂
Kadang kalau ke Cafe harus cari yang ada makanannya juga. Kalau khusus Kopi saja yaa minum air putih saja.🤣🤣🤣
Wah baguslah kalau sudah berhenti ngopi dan ngerokok, biasanya pan bapak-bapak itu enggak bisa ketinggalan dua-duanya 😄,
HapusKalo.ngopi cuman sesendok mah berasa kayak lagi ngobatin bayik yang lagi kena step wkwkkkk
Haahaaa!🤣 eehh iya2. Gue pernah ketemu teman sekolah waktu di Blok-M. Karena jarang bertemu dia heran liat gue nggak ngopi, nggak ngerokok gue dibilang Step sama dia + Aneh.🤣🤣🤣
HapusPadahal dulu ngerokok kuat, ngopi+ minum Guinness ( Bir Hitam )
Wah jadi waktu masa mudanya lumayan bandel yak 😁🙏, tapi kan sekarang udah insyaf, lebih ke menjaga kesehatan aja, kalo enggk kita sendiri yang mengubah kebiasaan buruk ya siapa lagi kan, orang luar hanya bisa nasehatin aja, tapi kita sendiri yang kudu berubah.
HapusSaya mula mengenali Pulau Belitung menerusi novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Jadi teringin nak ke sana, tapi entah bila ada kesempatan.
BalasHapusMemerhati warung kopinya, suasananya seperti zaman lalu. Pengalaman yang menarik dapat mengopi di sini, menikmati suasananya dan kopi dengan rasa unik.
Wah sis, sayapun sempat datang ke rumah seni Andrea Hirata, cuman belum sempat tulis ceritanya😄masih berupa foto-foto yang saya simpan, nantilah kalau sudah hilang rasa malasnya akan saya posting.
HapusWiih, warkopnya bahkan lebih tua dari nenek saya! Biasanya tempat-tempat semacam ini nggak perlu diragukan lagi rasanya, sudah pasti mantap 😁 Gak perlu terpikat dari tampilannya, yang dijual sudah pasti kopinya 👍🏻
BalasHapusIya mbak, ini warkop otentik banget, yang di jual memang kopinya, tapi nikmatnya luar biasa😄
HapusIni kayaknya kunjungan wajib kalau ke Belitung ya, kudu ke Kong Djie. Pas di sana saya juga pesan kopi susu dan sudah pesan ga terlalu manis, tapi tetap aja kopi susunya kemanisan. Yang bikin Kong Djie menarik adalah ambiensnya sebagai warung kopi klasik yang dipenuhi oleh pengunjung lokal.
BalasHapusCerita saya di Belitung bisa dibaca disini: https://www.cipusuaib.id/2015/06/to-belitung-with-geng-rusuh.html
Wah mas Cipu udah pernah nyicipin kopi di sini juga ya? Emang yang bikin menarik itu vibes nya ya, melokal banget, masih otentik banget, jadulnya, suasananya dapet, ok nanti saya berkunjung ke sana yaa, mau baca juga😃
HapusDari dulu, saya sangat ingin berkunjung ke kota yang memiliki tradisi minum kopi. Bukan sekadar kopi2 hype yang muncul di media sosial... Hehe..
BalasHapusNah iya, warung kopi gini lebih otentik aja sih dari segi rasanya, bukan menjual rupa, tapi rasa.
HapusNamanya mengingatkan ku pada teh
BalasHapustapi jujur kopi jadul begini pasti lebih enak sih
apalagi kalau umurnya sudah begitu lama, rasanya pasti udah teruji dari tahun ketahun 👍
Iya teh tong jie apa tong Djie gitu 😄, emang enakan kopi yang otentik dan jadul gini, udah ketauan sejarahnya.
HapusAku nyesel pas ke Belitung ga coba kopi ini, padahal teman2 nyobain. Soalnya Krn hamil itu mba, JD aku hindari kopi. Memang hrs balik sih ke Belitung.
BalasHapusPas kesana, semua kuliner seafood nya aku sukaaaa, Enan banget. Kecualiiii kuliner khas mie Atep Belitung, aku ga doyan. Sampe aku KSH sambel 5 sendok, rasanya tetep manis 🤭🤣🤣.
Eh btw, aku udh beliii mba mokapot kayak mba. Uwaaaah akhirnya aku bisa bikin kopi enak, dan kopi2 pemberian orang, bisa aku gunain. Selama ini ga suka Krn ada ampas kalau bikin biasa kan 😂
Kopi Belitung ada rasa kayak asap-asap gitu sih menurut aku, mungkin pengolahannya masih ada yang tradisional gitu, atau kayu bakarnya kayu apa gitu, jadi ada rasa khas😃
HapusIya kuliner khas Belitung semuanya serba seafood ya mbak, aku pun tiga hari di sini semua serba gitu, pokoknya menikmati aja selama disana sampe puas ...wkekkk.
rekomendasi kalau ke belitung berarti Kong Djie Coffee nih, kopinya pasti khs bgt, apa direbus airnya pakai arang ya? penampakan kopi susunya kayaknya juga berbeda sama yang biasanya.kalau di belitung itu susu nya barangkali cuma "toping" aja, terlihat dominannya tetap kopi hitamnya
BalasHapusIya pengolahan masih terlihat tradisional, menurut aku peribadi sih kopi di Belitung termasuk kopi di sini ada rasa dan aroma khasnya, enggk tau apa ya, mungkin ngolah biji kopinya pakai kayu khusus atau gimana gitu.
HapusYa walau kopi susu, tapi tetap terasa kopinya, kita tinggal bilang aja jangan kebanyakan susunya.
wah kalo ke tempat ke tongkrongan ngopi gini jangan lupa ajak2 saya mbak... hehe :D maklum saya penyuka kopi
BalasHapusAyoo.. Ngumpul di warung kopi yuk, ramean 😄
HapusWow...
BalasHapusMasak air panasnya masih menggunakan kayu bakar?
Benar-benar kopi Indonesia yang autentik.... 👍🏻
Iya di sini masih otentik rasa kopinya 😀
Hapus