Keseruan Memetik Buah Apel di Kota Batu


Mreneyoo.com . Salah satu kegiatan yang gak boleh di abaikan kalau lagi main ke kota Batu adalah memetik buah apel, soalnya kota Batu merupakan kota penghasil buah apel yang cukup terkenal, yuk ikutin keseruannya. 

Pukul 11 siang masih di kota Batu, hari ini adalah kegiatan yang cukup menyenangkan, bahkan teramat menyenangkan, seharian ini kegiatan kami ada dua, pertama naik Jeep mengelilingi kota Batu dan memetik buah apel di kebun apel. Jangan lupa mampir ke sini dan sini dulu ya

Kegiatan nge-jeep-nya aku tunda dulu ya, itu buat di postingan selanjutnya, kali ini aku mau berbagi sedikit kesenangan memetik buah apel. Sebetulnya ini merupakan bagian dari kegiatan nge-jeep juga, ada pilihan, mau makan siang atau metik buah apel, ya jelaslah milih metik apel, kapan lagi ada kegiatan yang jarang-jarang kayak gini 😄 bisa metik sekaligus makan buah apel sepuasnya di kebun. 


2 mobil Jeep yang membawa kami

Oiya di kebun apel ini tiap pengunjung bisa memetik dan makan buah apel, tapi di batasi, untuk memetik itu kalo enggak salah hanya maksimal tiga kilo aja untuk di bawa pulang dan perkilo itu seharga Rp 30 ribu rupiah, kenapa di batasi? 

Yah supaya bisa memberi kesempatan buat pengunjung yang lain untuk bisa menikmati sensasi memetik buah apel, lagian sesuka-sukanya makan buah apel kan enggak mungkin habis sampe satu kilo sendiri, enggak mau kan di bilang maruk...hihihi. 

Setelah berkeliling dengan menggunakan Jeep, drivernya menghentikan kami di salah satu perkebunan apel, begitu turun dari kendaraan, di kasih petuah sedikit tentang tatacara memetik buah apel, kita dapet satu keranjang masing-masing beserta pisau untuk mengupas kulit apel. 




Kebun apelnya cukup luas dan rimbun, sangat banyak pepohonan apel dan lokasinya sangat sejuk, ya maklum aja kota Batu cukup sejuk dan tanahnya subur, jadi cocok untuk perkebunan, gak hanya subur untuk buah apel tetapi juga subur untuk menanam aneka sayuran, sepanjang perjalanan yang ku lihat adalah hamparan perkebunan sayuran di lereng bukit, ada kentang, wortel, daun bawang, kol, semuanya hijau dan menyegarkan mata. Di sela-sela kebun apel di tanami bunga yang sering aku liat tapi lupa namanya. 





Btw sepanjang perjalanan di kota batu menuju perkebunan apel dan perkebunan sayur-mayur ini, aku koq enggak melihat...anu..maaf ya,..aku enggak melihat rumah penduduk yang jelek, kebanyakan rumahnya udah permanen dan bagus-bagus looh, justru aku lihat rumah-rumah di sini terlihat modern dan besar juga bertingkat.

Aku sempat bertanya pada pak sopir jeep-nya apa pekerjaan utama di sini, dari penjelasan pak sopir pekerjaan utama warga di sini adalah bertani dan berkebun, justru pegawai atau pekerjaan kantoran itu enggak banyak walaupun tetep ada, dan ketika aku tanya kenapa rumah-rumah penduduk di sini bagus-bagus, itu adalah murni hasil dari berkebun ujarnya lagi. 

Aku gak bilang semua warga di sini gak ada yang hidup susah ya, di negara maju sekelas negara yang katanya adidaya sekalipun pasti ada kesenjangan hidup. 

Hemm... Kenapa orang-orang di kota yang katanya berpendidikan dan lebih maju cara berpikirnya, katanyaa....justru sibuk gini gitu, ngerasa hidupnya susaaah terus, ngeluuh terus, dateng aja deh luu ke sini, mereka warga desa gak ngemis dan ngarepin bantuan, intinya mah siapa aja yang mau bekerja keras dan usaha semaksimal mungkin, enggak gengsi kerja sebagai pekerja di lahan terbuka, insyaallah kalo ditekuni pasti akan ada hasilnya. 

Enggak cuman nunggu, ngeluh dan ngarepin bantuan jatoh dari langit, malu aah ama titel:D, sebagian di luar sana masih sibuk ngoceh-ngoceh gak jelas sementara di sini menikmati hidup yang tenang dengan hasil jerih payah sendiri, orang mah justru berfikir...kira-kira apa ya yang bisa ku berikan buat negri ini, yah walo ga bisa memberikan  apapun untuk negri ini, minimal gak bikin tambah runyam, cukup sekian dan terima gajih. 

Seumur-umur aku baru pertama kali ini ke kebun apel 😁, maklum ya kalau agak sedikit norak gimana gitu...wkwkkk, saking takjubnya. 




Si mas pengurus kebun apel orangnya asiik, sembari memberitahu gimana caranya memetik buah apel langsung dari pohonnya, pilih yang sudah mulai berwarna kemerahan dan tinggal petik dengan cara sedikit di pelintir, maka buah apel akan segera lepas dari dahannya, cukup mudah kelihatannya, setelah ku coba ternyata awalnya sedikit sulit, ternyata salah caranya woiii 😁



Aku cicipin rasa buah apel yang sudah mulai kemerahan dan rasanya manis sedikit asam, tapi daging buah apelnya terasa krenyes dan enggak keras, emmm gimana ya ngejelasinnya 🤔pokoknya kriuk tapi empuk kitu lah. 

Kegiatan memetik buah apel sungguh menyenangkan, walaupun waktunya nggak banyak, bisa memetik buah apel dan melihat secara langsung kebun apel yang cukup luas sudah membuat hatiku senang, entah hilang kemana rasa capek di badan, yang terasa hanya kesenangan, melihat buah-buah apel yang mulai ranum dan matang ada di depan mataku, soalnya entah kapan lagi bisa memetik langsung buah apel di kota ini. 

Ada yang udah pernah main ke sini dan memetik buah apelnya langsung? 

Posting Komentar

0 Komentar