Menyusuri Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang, Eh Ketemu Rumah Sutradara Terkenal

Kampoeng Heritage Kajoetangan


Mreneyoo.comDi hari Jumat dan masih pagi, udara sejuk kota Batu terasa menyentuh pipiku, semalam sampai di kota Malang trus lanjut cari vila yang sudah di booking sebelum nya di kota Batu, oiya, sekarang kota Batu dan kota Malang udah berdiri sendiri-sendiri ya. 

Secara administratif, kota Malang dan kota Batu sudah berpisah sejak tahun 2001. Kota Batu resmi menjadi daerah otonom (daerah tingkat II) yang memisahkan diri dari Kabupaten Malang, walaupun jaraknya masih berdampingan. 

Ini kali ke dua aku datang ke kota Malang, dulu entah tahun berapa aku udah lupa saking lamanya, ternyata kota ini masih secantik dan sesejuk dulu, liat suasana kota Malang walau kendaraan cukup ramai, tapi suasananya bikin suka aja, jalanan yang terlihat cantik dan rapih dengan tanaman pohon palm di sepanjang jalan bikin mataku betah menatapnya. Masih cukup banyak pohon rimbun yang berjejer di sepanjang jalanan kota, menambah asri suasana. 



Pukul delapan pagi, kami yang sudah siap segera bergegas memasuki mobil travel yang setia mengantar kami berkeliling ke kota Malang untuk cari sarapan, meninggalkan sejenak vila yang kami inapi untuk tiga malam dua hari, sampe pulang aja aku kelupaan buat room tour isi vilanya🤦‍♀️isi pikiran ama hati kadang ga singkron, ntar-ntar aja deh kalo mau balik baru room tour, tapi akhirnya enggak jadi alias kelupaan. 

Kegiatan hari jumat ini rada terbatas waktunya, soalnya kan hari Jum'at yang cowok pan pada mau sholat jum'at, jadi walau hanya ada dua tempat khusus yang akan di kunjungi, eh sebetulnya sih satu hari full itu ada empat tempat yang di datangi, cuman di bagi-bagi, pagi cari sarapan di Warung Pecel Kawi di kota Malang, sehabis sholat jum'at bablas ke Kampoeng Heritage Kajoetangan, lalu lanjut ke Kampung Warna-warni dan terakhir malam harinya bersantap malam di Sego Tempong Cak Uut

Cuman untuk Kampung Warna-warni dan Sego Tempong Cak Uut aku bakal bikin postingan sendiri, soalnya ntar kepanjangan kalo di jadiin satu. 

Sebelum lanjut ke Kampoeng Heritage Kajoetangan, alangkah baiknya ngisi amunisi dulu yaak, biar enggak lemes 😁, lumayan jauh juga loh perjalanan mencari sarapan ;D, dari kota Batu tempat menginap menuju kota Malang, saking mau cari sarapan, sebetulnya banyak tempat makan, cuman ponakan ku udah nyari-nyari di gugel tempat sarapan yang enak apa dan dimana, aku dan rombongan mah nurut ae. 

Akhirnya sampailah di Warung Pecel Kawi yang udah ada dari tahun 1975, woow lamanyoo. Seperti biasanya yaah.. . dimanapun berada selalu ngantri tiap mau maem, entah se enak apasih sampe segitu ngantrinya,.. ku tak tau.. ku tak tauu... 



Yah kami mah ngikut orang-orang yang pada ngantri ajalah, jadikan budaya tertib dan sabar, walopun kalo boleh milih aku mah mendingan makan apa gitu biar gak ngantri lama kayak gini...wkwkk.

Akhirnya giliran pun tiba, udah pesen nasi pecel plus lauk pauknya, berhubung udah laper karena udah rada siangan, akupun bergegas menyantap nasi pecel ku. Untuk rasa sih ya enggak yang gimana-gimana amat, ya standarlah nasi pecel, cuman karena ada beberapa lauk tambahan tempe dan jeroan ayam plus kerupuk, ya jadi enak aja kalo udah laper.



Sego pecelnya enggak terlalu pedas, manis gurihnya bumbu pecel pas, yang bikin enak tuh karena masih anget plus tempenya yang gurih, padahal mah cuman tempe loh tapi gurih dan garing, jeroan ayam itu mayan enak

Sesi sarapan udah dulu yaa... Lanjut aja ke Kampoeng Heritage Kajoetangan aja, ini sih yang bikin aku sedikit pinisirin, ngapa emangnya... 

Sebagai pembukaan sedikit aja, Kampoeng Heritage Kajoetangan ini adalah salah satu kampung yang merupakan kampung dengan nuasa tempo dulu, ramai dan padat di dalam gang dan banyak rumah-rumah yang cukup lama berdiri dengan model tempo dulu namun masih tetap terjaga, itu yang bikin uniknya, udah bersih dan tetap terawat, kesan tempo dulunya masih terasa. Lokasinya berada di jalan Basuki Rahmat, Malang. 




Kampung ini merupakan kawasan permukiman yang dilestarikan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Kampung ini menyajikan suasana masa lalu dengan mempertahankan arsitektur bangunan kuno, tata ruang tempo dulu, serta kearifan lokal masyarakat setempat agar tidak tergerus jaman.Jalan depan gang aja udah estetik gini looh. 

Kampoeng Heritage Kajoetangan di Kota Malang berhasil meraih gelar juara 1 Kelompok Sadar Wisata tingkat nasional dalam ajang Anugrah Wonderful Indonesia Award. Gelar prestisius ini diberikan oleh Kementerian Pariwisata RI atas keberhasilan warga mengelola dan mengembangkan kawasan wisata sejarah


tiket masuk

Sebelum masuk ke sini, kita membeli tiket dulu di depan gang seharga Rp 5000/orang, tiketnya berupa kartu pos, unik jadinya, di kartu ada barcode untuk melihat tempat apa saja yang bisa di pilih yang mau kamu datengin. 

Apa saja yang menarik di area ini ? 

Sudah pasti rumah-rumah jadulnya, walaupun padat tetapi tetap tertata dan bersih, di sini banyak terdapat usaha rumahan dimana warga sekitar berdagang makanan dan minuman, ada toko sovenir, griya batik, griya baca dan kafe, bahkan ada makam dari orang yang di tuakan di dalam gang di tengah-tengah perumahan, dan spot-spot foto yang cukup menarik.  



Rumah tua Jacoeb 1920


Ada juga rumah yang di jadikan tempat lokasi shooting, youtuber Bayu Skak pernah syuting di salah satu rumah penduduk dalam film Yo wes ben. 


lokasi syuting film yo wes ben

Asik menyelusuri gang-gang yang cukup padat, mataku tertuju pada salah satu rumah yang cukup rimbun dan nyeni banget dan nyempil di pojokan gang. Aku memperhatikan papan nama yang sedikit tertutup rimbunnya dedaunan, kayaknya aku pernah kenal dengan nama ini.. 


Plang nama Nya' Abbas Akup
 

Siapa yaa... Ahaaa... Ternyata rumah yang nyempil di sudut gang ini adalah rumah seni-nya sutradara kawakan almarhum Nya' Abbas Akup, kalian pernah denger kaan... 


Tanda panah itu ft beliau

Dia adalah sutradara kawakan untuk film-film lucu Indonesia era tahun tujuh puluhan, ada beberapa filmya yang cukup terkenal, seperti Cintaku di rumah susun, Inem pelayan seksi, Apanya dong dan lainnya, bagi generasi tahun delapan puluhan aku yakin pasti tau beliau. Sayangnya foto yang di sini enggak jelas, soalnya itu masih foto hitam putih dan terlihat lama sekali. 

Saat itu kami enggak sengaja berdiri di depan rumah beliau, ada seorang lelaki menyapa kami dengan ramah dan mempersilahkan kami masuk, ternyata cowok yang menyapa kami ini adalah cucu  beliau, pucuk di cinta ulampun tiba, tanpa sengaja berjumpa dengan cucu sutradara terkenal, asiknyooo. 

Tapi jangan di kira rumah almarhum Nya' Abbas Akup ini super mewah layaknya perumahan mewah yaa, ini sih lebih ke rumah yang nyeniman banget, suasananya sejuk dengan rimbun pepohonan.


Permisi... ada orang gak ya... 

Banyak sekali ornamen dan foto-foto beliau yang terpajang di dinding, beberapa koran dan buku-buku jadul tentang perfilman jaman dulu masih ada di sana, bahkan aku sempat melihat kamera untuk keperluan syuting film beliau masih terpajang rapih di atas meja. 


Kamera dan alat syuting beliau



Ini sih sesuatu bangeet, enggak nyangka aja aku bisa menjejakkan kaki di rumah ini walau enggak sengaja, kalau enggak serius memperhatikan papan namanya, kalian bakalan lewatin aja rumah istimewa ini, beruntung aku iseng merhatiin papan nama walau dengan mata yang rada burem, aku sih enggak mau melewatkan kesempatan langka ini, entah kapan bisa balik ke sini lagi. 

Setelah berbicara sepatah dua patah kata dengan cucu Nya Abbas Akup, kami segera berpamitan, orangnya sangat ramah sekali, oiya ternyata si cucu menjelaskan kalau Nya Abbas Akup berasal dari Aceh tetapi besar di Malang dan mendedikasikan hidupnya sebagai seorang sutradara kawakan. 

Mengitari gang demi gang di kampung ini seperti tiada habisnya, seperti memutari labirin yang tak berkesudahan, belok kiri kok bagus ya, belok kanan kok indah ya 😄, beberapa papan penunjuk jalan dan denah lokasi yang menujukkan area mana saja yang mau di pilih, akhirnya kami memlih tempat untuk berfoto sejenak di salah satu rumah yang menyediakan booth foto, jadilah foto ini, gimana lucu kaan, udah mirip koran jadul 😁


Denah lokasi yang bisa di kunjungi


Foto booth bareng


kiri ok kanan ok






Sampai akhirnya kami menuruni salah satu gang yang di depannya ada aliran kali kecil, sebetulnya cukup bersih karena gak ada sampahnya, di sini memang peraturannya enggak boleh buang sampah saenake dewe, sayangnya karena habis hujan airnya jadi keruh karena bawahnya tanah merah, tapi enggak apalah, di sini ada beberapa tempat jajan yang bisa kalian datangi kalo kebetulan haus dan lapar, yah sekedar ngemil es krim dan ngopi mah bisalah, harga pun masih cocok di kantong. 

Buatku pengalaman mendatangi Kampoeng Heritage Kajoetangan ini adalah satu pengalaman yang cukup istimewa, biasanya aku cuma liat di youtube atau melalui instagram aja, kali ini ada kesempatan buat kesana.

Menikmati suasana gang di perkampungan, kampung yang tak hanya sekedar gang biasa, tapi kampung yang merupakan warisan berharga, cagar budaya, rumah-rumah tua yang masih terlihat terawat, bangunan yang masih di jaga keaslian dan kejadulannya, keramahan warganya yang tak merasa terganggu dengan para pengunjung. 

Justru dari situlah mereka tetap bisa saling menjaga, bisa menumbuhkan geliat ekonomi di sekitarnya agar tetap hidup, ada yang udah pernah main ke Kampoeng Heritage Kajoetangan di kota Malang ini? Gimana menurutmu. 



Salam

Posting Komentar

12 Komentar

  1. Menariknya kampoeng heritage kajoetangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya wak.. Ini kampungnya masih terjaga runah" tuanya.

      Hapus
  2. Senang rasanya masih ada yang mau mengenang dan menghargai sosok seperti Nya’ Abbas Akup beserta karya-karyanya. Bapak saya dulu waktu muda juga sering nonton film-film beliau 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk, kalau bukan kita yang menghargai karya mereka siapa lagi, walau orangnya sudah tiada tapi jasa dan karya beliau akan selalu di ingat

      Hapus
  3. Ish keren bangettt si mbak. jadi bayar HTM ke Kampung Kajoetangan tuh itungannya dapet tiket pos, plus ada barcode gitu juga yak buat informasi lebih mendetil. Keren si ini warganya, mikirnya jauh sampe kesana :D

    Yo wis ben aku blm pernah nonton, tapi kalo Bayu Skak aku apal mbak. Taunya karena dia Youtuber.

    Nya' Abbas Akup, aku blm pernah denger. Tapi ternyata dia sutradara film lawas terkenal ya macem Ateng Minta Kawin, hihihi. Syukurlah heritagenya masih bisa kita nikmati sampai saat ini, dan diteruskan ke anaak cucunya.

    Mau ke malaaaaang :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, masuk ke sini tuh tiketnya kartu pos, pan mayan buat di koleksi, udah jarang banget nemuin benda kayak gini, berasa jadul banget kaan...

      Aku ge belum pernah nonton film yo wes ben, cuman pernah nonton aja ulasannya dulu di youtube pemainnya, lagian udah brapa thn lalu.

      Ya wajar mas Fajar belom pernah denger nama Nya"Abbas Akup, soalnya emang sutradara jaman baheula 😁jamannya abah ma emak... Tapi bersyukurlah aku tuh bisa kesini, enggk nyangka aja nemuin rumah seni-nya, kalo gak merhatiin bangett papan namanya pasti orang yg lewat enggak ngeh deh.

      Hapus
  4. suasananyaaaaa. dari foto aja udah suka banget. oke, next ke malang boleh dijadwalkan ke sini :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo langusng liat kesana mah lebih ok looh...

      Hapus
  5. Suka saya melihat Kg Kajoetangan Heritage ini.. tempat lama tapi masih dijaga baik dan bersih.. bayaran masuk pun cuma 5000.. melihat makanan juga semua sedap.. pasti akan dicuba.. 🫰🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, di kampung ini banyak rumah-rumah jaman dulu bang, masih di rawat dan bersih, harga tiket nya juga super murah 😄

      Hapus
  6. ini kok aku yg excited bangettttt bacanyaaaa ^o^...

    sumpaaah baguuuus... aku udah beberapa kali ke malang, tapi sebenernya ga lama mba... jd ga banyak yg dieksplor.. rata2 tuh krn ada urusan pas ke sana, atau sekedar transit doang.

    pecel aku selalu sukaaaa, krn memang yg namanya sayuran aku doyan bangetttt :D

    kampung heritage ini yg buaaguuuus ^o^..

    ga nyangka dalamnya senyeni itu yaaaa... mana tiket masuk unik, mirip kartupos.. aku yug koleksi kartupos pasti seneng sih

    tauuuu dong sutradara Nya Abbas Akup ^o^... tapi baru tahu kalau beliau tinggal di malang dulunya... ini rumahnya khas seniman banget sih mba

    trus melihat sungai kecil di antara gang, semoga tetep bersih, dan jangan dimasukin ikan sapu2 yaaa wkwkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun enggk tau awalnya kalo di Malang ada kampung ini mbak, taunya kampung warna warni aja, di sini cukup unik karena masih ada rumah-rumah tempo dulu yang masih berdiri kokoh dan lingkungan juga cukup bersih, banyak tempat yang bisa untuk berfoto dan gak kuatir laper kalo sekedar jajan mah😄,

      Ini buat saya keq pengalaman unik aja, blusukan ke kampung orang yang dijadikan area wisata, berasa kayak di mana gitu 😁

      Iya mbak, di sini ada rumah seninya Nya Abbas Akup, surprise bisa tau rumahnya, kalo gak merhatiin seksama plang namanya soalnya kecil dan nyelip😁banyak benda"berharga peninggalan beliau tetntang perfiliman yang di pajang rapih .

      Hapus