Penuh Warna, Kampung Warna-warni Jodipan Malang

Kampung warna-warni Jodipan


Mreneyoo.com. Masih setia berada di kota Malang, hari itu Jumat sore sehabis mengitari Kampoeng Kajoetangan yang membuat hatiku terpesona, perjalanan kami berlanjut ke kampung lain yang cukup viral, yaitu kampung warna warni. 

Kenapa di kota yang sejuk ini tuh ada aja sesuatu yang mengejutkan, udahlah kami memetik buah apel yang segar langsung dari pohonnya, makan bakso president di temani kereta api yang melaju kencang dan Sharuk Khan kw yang membuat tersenyum-senyum kecil plus nge-jeep nyaman bareng bapak-bapak yang ramah, eh kali ini mengunjungi perkampungan yang penuh warna, seperti kehidupanku yang berwarna-warni, aseek. 

Ya, kali ini kami berkunjung ke kampung warna-warni, perjalanan cukup terhambat dengan laju kendaraan yang padat, kami menghentikan kendaraan dan menyebrangi jalan di pandu seorang mas di sana. 

Memasuki gerbang yang sedikit menjorok ke bawah, di situ ada seorang ibu penjaga karcisnya, karcis masuk cukup murah, hanya rp 3000 rupiah / orang berupa stiker. 

Lokasinya ada di jln Ir. H Juanda no 9 Jodipan Blimbing kota Malang. 

Pas kami sampe di sini, kampung warna-warni ini terlihat sepi, enggak terlihat warga bersliweran, entahlah kenapa. 



Masuk ke sini karena lokasinya sedikit menanjak dan menurun dan saling berdeketan antara satu dengan lainnya, namun cukup bersih dan terjaga linkungannya, di cat dengan warna warni yang cukup cerah menjadikan kampung ini terlihat meriah, ada ornamen bergelantungan dan dinding rumah penuh dengan gambar mural .




 

Menuruni tangga kesalah satu turunan, kami mendapati jembatan penyebrangan beralaskan kaca yang lumayan tinggi, beberapa turis asing termasuk kakak dan ponakanku kedapatan berjalan dan berfoto di sana, sementara aku cukup jadi pengamat dari kejauhan aja, ngeri di tambah alasnya terbuat dari kaca, tinggi nyoo.... 





Beberapa anak kecil terlihat sedang bermain bola dilahan yang cukup terbatas di bagian bawah jembatan, sementara di sebelah tempat mereka bermain bola terdapat aliran sungai kecil yang nampak keruh airnya, tapi enggak ada sampahnya. 




Kampung Warna-Warni Jodipan diresmikan tahun 2017. Tepatnya diresmikan oleh Wali Kota Malang saat itu, H. Mochamad Anton. 

Pada tahun 2016 sekelompok mahasiswa UMM dan perusahaan cat mulai nyulap kampung kumuh di tepi Brantas jadi penuh warna lewat program CSR dan pada tahun 2017 kampung ini diresmikan menjadi Kampung Warna-Warni Jodipan, sampai sekarang. 

Sebelum disulap, Jodipan ini dulunya kampung kumuh dengan tumpukan sampah di bantaran Sungai Brantas. Setelah dicat warna-warni, warga jadi nggak buang sampah sembarangan lagi dan ekonominya ikut naik karena banyak turis yang dateng.

Jadi umurnya udah 8-9 tahun sekarang. Lumayan awet ya buat tempat yang awalnya proyek mahasiswa 😄. Gak banyak yang bisa aku ceritakan di sini, sepatah dua patah kalimat masih ok lah...selain hari beranjak sore di tambah kaki dan nafas yang udah mulai ga sanggup buat berjalan lebih jauh😁

Hari semakin sore, cukuplah rasanya kami meluangkan waktu di kampung warna-warni Jodipan di kota Malang, nafasku sedikit terasa berat ketika menaiki beberapa anak tangga, padahal jaraknya enggak terlalu jauh untuk kembali keatas, menandakan aku udah enggak lagi cukup muda 😁tapi tetap bersemangat, bersyukur rasanya bisa mendatangi tempat ini, ada yang sudah pernah kesini? 



Posting Komentar

0 Komentar