![]() |
Sekolah Laskar Pelangi |
Mreneyoo. com. Lagi asiik liat-liat gugel foto, tetiba mataku tertuju pada beberapa gambar yang masih ku ingat dengan jelas, ternyata aku masih nyimpen beberapa foto saat jalan-jalan ke Bangka Belitung Desember tahun yang lalu.
Postingan tentang kota Malang aku skip dulu ya, biar cerita tentang Bangka Belitung selesai dulu, lumayanlah bisa jadi satu postingan 😀
Aku masih menyimpan beberapa foto keberadaan sekolah tempat syuting film Laskar Pelangi, yah walau sekolah ini hanya sebuah replika tapi keberadaanya menjadi kenangan.
Mungkin dulu kita pernah ngeluh gedung sekolah yang panas, WiFi lemot atau kantinnya yang nggak enak? Setelah ke SD Muhammadiyah Gantong di Belitung, semua keluhan itu mendadak nggak penting lagi.
Iya, ini Sekolah Laskar Pelangi yang viral gara-gara novel & film Andrea Hirata. Tapi beda sama di film, bangunan aslinya udah nggak ada. Yang bisa kamu kunjungin sekarang itu replikanya. Dan jujur, masuk ke sana tuh rasanya nano-nano.
![]() |
| Foto bareng anak "desa Lenggang |
Sekolah yang Hampir Bubar Karena Kurang 1 Murid
Tahun 80-an, aturan Dinas Pendidikan jelas, murid baru kurang dari 10, sekolahnya ditutup. SD Muhammadiyah Gantong waktu itu cuma dapat 9 anak. Udah pasrah mau tutup.
Yang nyelametin? Harun. Anak berkebutuhan khusus yang tiba-tiba mau daftar. Genap 10 orang dan sekolahpun akhirnya selamat. Harun ini yang jadi inspirasi karakter Mahar di novel, si anak pemimpi yang jago nari.
Gedungnya Kayak Apa? Ya... Siap Roboh
Ini sih bukan hiperbola or lebay yaa..bangunannya dari kayu, tiangnya dimakan rayap, atap seng bolong-bolong. Kalau hujan deras plus angin kencang, Bu Mus sama Pak Harfan udah siap-siap ngungsiin anak-anak. Takut beneran ambruk.
Mejanya? Banyak yang goyang. Papan tulisnya ?Ngelupas. Tapi anehnya, dari sekolah kayak gini lahir anak kayak Lintang yang jenius matematika dan Andrea Hirata yang sekarang jadi penulis dunia.
Bu Mus & Pak Harfan, Guru Rasa Pahlawan
Bu Muslimah muda, guru honorer, gaji nggak seberapa. Tapi beliau yang nangis-nangis ke inspektur dinas biar sekolahnya nggak ditutup. Pak Harfan kepala sekolahnya, yang kasih nama "Laskar Pelangi" ke 10 muridnya.
Katanya, "Meski hidup susah, mimpi kalian harus warna-warni kayak pelangi."
Terus Sekarang Gimana?
Sekolah aslinya udah ambruk tahun 2011. Kayunya lapuk dimakan usia. Yang ada sekarang itu replika SD Laskar Pelangi di Desa Lenggang, deket Danau Kaolin. Dibangun tahun 2010 sama Pemkab Beltim bareng Andrea Hirata.
Dibikin semirip mungkin, cat ngelotok, meja coak, tulisan "Menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim" di papan tulis. Ada tiang bendera bambu di depan. Masuk ke kelasnya, langsung keinget adegan mereka upacara cuma ber 10.
Yang Aku Rasain Pas ke Sana, aku reflek memperhatikan ruang kelas yang seadanya, aku jadi berfikir, ternyata dulu aku begitu beruntung, sekolah di gedung yang cukup besar dan bagus, fasilitas lumayan ok pada jamannya, kantin yang menyajikan jajanan, halaman sekolah yang cukup lebar dan perpus sekolah dimana aku bisa pinjem buku-bukunya.
Kebayang gimana Lintang ngesot 80km tiap hari cuma buat sekolah di bangunan yang mau roboh ini. Kebayang gimana Bu Mus tetep semangat ngajar meski gajinya telat 3 bulan.
Sekolah itu ternyata bukan soal gedung mewah bertingkat dan fasilitas super lengkap, tapi soal orang-orang yang nggak nyerah dan ngeluh di dalemnya. Jadi bersyukur aja kalau dulunya kita bisa sekolah di sekolah yang enak dan nyaman dengan fasilitas yang cukup lengkap.
Tips kalau mau ke sana
Lokasi berasa di Desa Lenggang, Gantong, Belitung Timur, sekitar 30 menit dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin.
Tiket murah meriah, 5rb-10rb aja.
Spot foto, wajib ini mah, di depan kelas, duduk di meja kayu, sama pas ngadep tiang bendera kayak aku di sini
![]() |
| rasanya nano-nano |
Salam






0 Komentar