LOMBOK Part Empat, GILI TRAWANGAN ( part akhir ).


Mreneyoo.com. Part terakhir setelah tiga postingan sebelumnya, mengakhiri liburan kami di kota Lombok dan berakhir juga postingan jalan-jalan di kota indah yang penuh dengan adat dan budaya serta pemandangan yang cantik, semuanya berkesan buat saya, sebelum lanjut membaca, postingan lainnya bisa kalian lihat di sini dan sini.

Hari itu sekitar jam 08.00 pagi setelah sarapan sejenak di hotel dan pagi itu pula kamu cek out dari hotel, setelah tiga malam berada di Prime park hotel, sambil mas driver menata koper kami di bagasi mobil, rombongan kecil kami segera beranjak meninggalkan hotel .

Tujuan kami selanjutnya adalah ke salah satu pulau cantik, namanya Gili Trawangan, bagi yang sudah pernah main ke Lombok tentunya sudah tau seperti apa pulau cantik ini, Gili Trawangan adalah destinasi liburan bagi wisatawan asing dan domestik, kebanyakan sih wisatawan asing, ada beberapa Gili atau pulau-pulau kecil di Lombok, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air cukup terkenal, hanya itu yang sering saya dengar, ternyata banyak gili-gili cantik lainnya.

Kami melewati jalan yang menanjak dan berkelok, sangat indah, karena di sebelah sisi kiri terlihat di bawahnya pantai Senggigi yang sangat luas, pasti tau kan pantai Senggigi ? bagi yang udah pernah ke sini, banyak terdapat hotel dan resort yang indah di atas nya, saya yakin kayaknya hotel dan resort di sekitar pantai ini lumayan mahal, karena view-nya menghadap ke laut, tapi entahlah, tujuan kami bukan ke sini. 

Setelah sampai di pemberhentian  tempat kapal motor cepat alias speed boat, kami menunggu giliran untuk di jemput, sekitar dua puluh menit menunggu akhirnya speed boat datang, bersama dua awak kapalnya, seorang sopir dan asistennya, maksimal bisa mengangkut lima sampai enam orang beserta bawaannya.

Kami baru pertama kali naik speed boat, jadi ini pengalaman yang sangat berkesan sekaligus bikin dag dig dug. Gimana enggak, namanya aja speed boat ya udah pasti ngebut, jadi badan kami berasa melayang dan kembali jatuh..breg..breg..breg, saya berdua kakak hanya komat kamit berdoa mohon keselamatan, gimana enggak ngebut, jarak tempuhnya jadi terpangkas hanya sekitar dua puluh menit saja, tapi berasa lamaaa banget, 😁alhamdullilah selamat 🀲..akhirnya sampailah kami di Gili Trawangan.. hehehe.

Langsung menuruni speed boat menuju hamparan pasir pantai yang putih bersih, beda dengan warna pasir di Pink Beach, oiya tempat penginapan kami adalah hotel Vila Ombak , bagian dalam lobi hotel masih bercirikan khas bangunan rumah adat Lombok, terbuat dari tiang kayu kokoh dan atapnya unik yang berupa susunan balok kayu dan ukiran yang terlihat menarik.



Lobi hotel



Hotel Vila Ombak

Kamar-kamar nya masuk ke dalam halaman yang lumayan luas dan mencar-mencar, ada sebagian kamar dari bangunan tembok ada juga kamar yang mirip-mirip panggung atau rumah adat gitu, agak tinggi terbuat dari kayu, jadi unik dan menarik, kalo jalan kaki juga lumayan jauh, sekitar sepuluh menit menuju kamar kami karena sangking luasnya halaman hotel, banyak pengunjung hotel yang naik sepeda kalau keluar masuk hotelnya.

Setelah cek in hotel, mas Ginang membawa kami makan siang ke salah satu tempat di pinggiran pantai, rupanya sudah booking dulu, jadi enggak kelewat lama nunggu, banyak wisatawan berkeliling naik sepeda di sini, rupanya sepeda adalah transportasi yang cukup murah untuk di sewa para wisatawan, kalau jalan kaki lumayan jauh, cukup membayar sekitar 50-70 ribu rupiah kalau tak salah/ hari nya, selain sepeda ada juga gerobak kuda yang di tarik pak kusir, namanya Cidomo, tarifnya sekitar 100 ribu rupiah sekali jalan.




Sore itu dua ponakan saya nyewa sepeda, katanya mau keliling, iya juga sih kalau jalan kaki lumayan jauh, yang emak-emak cukup ngadem dulu di dalam hotel sambil nunggu sorean dikit, akhirnya ketiduran juga 😴.


Kakak & adek

Sore hari sehabis tiduran di kamar, kami bertiga rencananya mau jalan-jalan sore menyusuri jalan setapak yang ada di depan hotel, di sini suasana cukup ramai, banyak turis hilir mudik, ada yang jalan kaki ada yang naik sepeda, ada yang naik Cidomo.

Di sepanjang jalan berjejer kafe dan penjual pakaian dan pernak-pernik aksesoris yang di jajakan, banyak outlet unik dan menarik di sepanjang jalan ini.

Ada beberapa kafe yang menampilkan live music, beberapa turis duduk sembari makan sajian yang mereka pesan. 

Beberapa karyawan kafe menawarkan menu pada pejalan kaki, oiya namanya saja daerah wisata yang kebanyakan pengunjungnya turis luar, harga makanan di kafe-kafe sini lumayan mahal.

Sore itu kami bertiga naik Cidomo dengan membayar Rp 100 ribu rupiah untuk sekali jalan, dua ponakan ngintil alias ngikutin di belakang kami pakai sepeda. Tujuan kami sore itu adalah ke salah satu kafe bernuansa pink cantik, namanya Pink Coco Gili Trawangan, pas keluar dari hotel eeh ketemu si El Rumi dan Bastian Still nya Cowboys junior, mereka ramah dan menjawab sapa, sore ibuu...😁.





Semua bernuansa pink πŸ’•








Semua karyawan rata-rata memakai pakaian warna pink, susunan bean bags berwarna pink cerah mendominasi pantai sore itu, unik juga jadinya, sampai ke minuman kelapa mudanya juga warna pink.. hehehe.

Sembari menunggu sunset, beberapa pengunjung terlihat mulai berdatangan, kebanyakan turis luar, lihat saja Bean bags nya penuh semua, sore itu ada live music dan persiapan beberapa jenis atraksi yang di lakukan oleh dua putra daerah, berupa permainan bola api dengan menggunakan alat yang di putar-putar, pertunjukan sangat unik, agak ngeri-ngeri sedap kalau salah sedikit saja bola api akan membakar pakaian mereka, gerakannya sangat energik di sesuaikan dengan musiknya yang bernuansa daerah dan modern, pakaian yang di kenakan mereka juga menggunakan pakaian adat khas Lombok untuk prianya, macam kain yang di lilitkan di atas kepala dan kain khas Lombok untuk bawahannya dan gerakan sangat energik, sedang untuk wanitanya agak sedikit seksi di bagian atas tetapi menggunakan kain khas untuk bawahannya, untuk pertunjukannya kebetulan saya simpan di postingan sorotan Instagram saya, maklum agak gede ukuran filenya wkwkkk.

Sore itu acara sukses berlangsung hingga malam hari, beberapa turis asing ikutan berjoget mengikuti alunan musik, penari wanitanya mengajak mereka untuk ikutan menari, bahkan seorang anak kecil bule ikutan bergerak-gerak sembari memperhatikan gerakan penari wanitanya, hehehe lucu liatnya.






Waktu sudah mulai agak gelap, tapi perut masih belum terasa lapar, malam itu kami menyusuri sepanjang jalan di Gili Trawangan, suasana malam terasa begitu hidup dan ramai, banyak pejalan kaki dan pesepeda hilir mudik, memenuhi kafe-kafe yang ada di sepanjang tepi pantai, suara musik dan penyanyi terdengar sayup -sayup di kejauhan, kehidupan malam di sini sangatlah meriah, maklum saja sebagian besar adalah pengunjung dari luar, selain itu banyak para pekerja yang ikut merasakan  dampak dari di bukanya pariwisata di sini, beberapa pedagang pernak-pernik, pengusaha makanan, hiburan dan penjual pakaian, hotel atau penginapan, selain menambah pemasukan bagi daerah itu sendiri tentunya.

Gili Trawangan sangat berkesan buat saya, meskipun baru sekali datang, rasanya tak sabar untuk berkunjung lagi ke pulau cantik yang satu ini, selain tentu saja tempat-tempat cantik lainnya di kota Lombok, keindahan alamnya dan adat budayanya yang masih terjaga.

Esok harinya pukul 09.00 speed boat menjemput kami kembali, dan mas Ginang sang driver sudah menunggu kami, perjalanan di Gili Trawangan berakhir sudah, mas Ginang mengantarkan kami ke pusat oleh-oleh, ada beberapa oleh-oleh yang kami beli berupa kopi khas Lombok, tidak lupa terasi khas Lombok yang sudah siap saji, kaos-kaos, peci, pernak-pernik dan makanan ringan lainnya, rasanya bawaan kami lumayan banyak.

Pukul 11.00 kendaraan membawa kami menuju bandara internasional Lombok, hari itu 26 Desember 2023 sekitar pukul tiga sore pesawat Garuda membawa para penumpang menuju bandara Internasional Soekarno Hatta, selamat tinggal Lombok, Matur Tampiasih πŸ™.







Salam

Posting Komentar

56 Komentar

  1. Kalau ke gili trawangan itu berasa seperti tidak di indonesia. Lha yang ramai wisatawan asing. Bukan wisatwan lokal. Bahkan beberapa menu masakan ditulis pakai bahasa inggris.

    Sewa sepeda dan pakai cidomo itu sepeti agenda wajib kalau ke gili trawangan. Memang seru berkeliling pulau pakai kedua alat transportasi itu. Belum lagi nyobain snorkeling di sana. Gili air dan gili meno lebih sepi dibandingkan gili trawangan dan layak untuk dikunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mas, jadi kayak di luar negri aja, mirip-mirip di Bali juga.

      Iya sepeda dan Cidomo jadi alat transportasi di sana,soalnya kalau mau jalan kaki dari ujung ke ujung lumayan jauh juga.
      Iya katanya Gili Meno dan Gili Air juga indah dan masih sepi,moga suatu hari bisa ke sana.

      Hapus
  2. Es un bello hotel. Te mando un beso.

    BalasHapus
  3. sampai kelapa pun boleh jadi pink yaa
    hheheeh

    BalasHapus
  4. Gili ni, saya rasa ia punca Lombok jadi terkenal...
    vibes yang hampir macam Bali
    tapi masih dalam kelasnya yang tersendiri....

    sedapnyaaa tengok lauk-pauk tuuu...
    semua masakan tradisi lombok ke tu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sis... Gili Trawangan memang mirip Bali,tapi beda aja rasanya,sebetulnya Gunung Rinjani pun sangat terkenal di Lombok, tapi rasanya ga mungkin ke gunung,πŸ˜€

      Sebagian ada yg masakan Lombok sis.

      Hapus
    2. OOO yalah gunung Rinjani
      ramai pendaki dtg ke Lombok untuk daki gunung ni...

      Hapus
    3. Betul ,salah satu destinasi wisata selain laut, bagi pecinta gunung pas banget lah.

      Hapus
  5. Cantiknya laut, nampak jernih air. Gambar sunset tu pun cantik. Macamanalah dia warnakan buah kelapa jadi pink, ya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cantik memang suasana di sini,..kelapa pun jadi pink,biar suasananya pink semua mungkin hehehe

      Hapus
  6. Baru tahu kalo banyak tempat wisata yang menarik di lombok. Salah satunya Gili Trawangan.

    Namanya kok kayak di Jawa ya, Trawangan atau nerawang. Ataukah dulu lombok dikuasai kerajaan dari Jawa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup banyak tempat wisata yg cakep mas Agus, gunung Rinjani juga kan terkenal...
      Kalo ga salah pas kerajaan Mataram pertama jaman panembahan Senopati deh ada perluasan kekuasaan sampe Jatim dan jateng.

      Hapus
    2. Jateng dan Jatim kan pulau Jawa, kalo lombok kan nusa tenggara barat, masih jauh dari Jatim. Jauh nya dilihat zaman dahulu ya, kalo sekarang mah pasti dekat. Apalagi pakai google maps.😁

      Gunung Rinjani memang terkenal, bahkan katanya ga kalah cakep dari Trawangan ya. Tapi itu info dari google sih, soalnya aku juga belum pernah ke sana.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    3. Jatim dan jateng memang pulau Jawa,tapi kan menurut sejarahnya jaman kerajaan Mataram kuno yg di pimpin panembahan Senopati dia memperluas wilayahnya sampe ke Jawa mas.....gunung Rinjani pun saya liatnya dari YouTube mas 😁

      Hapus
  7. Super keren
    saya pernah ada job mereview pantai ini
    tapi saya sendiri belum pernah ke sana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga suatu hari bisa keturutan bisa ke sini ya mas.

      Hapus
    2. TOS dulu mas jangkaru, aku juga sama.😁

      Hapus
    3. Wah kalah kalian sama aku, kalo aku sudah ke Gili Trawangan, Pantai manese, danau segara anak, sama bukit pergasingan.😁

      Tapi bohong...

      Hapus
    4. Gak apa mas...mana tau suatu saat bisa kesono

      Hapus
  8. Antara tempat yang turut menjadi wish list untuk saya pergi Lombok...mudahan ada rezeki juga nanti..aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin...semoga suatu hari bisa main ke sini bang.

      Hapus
  9. Pengin juga aku sewa sepeda di lombok, soalnya capek kalo jalan kaki terus.πŸ˜‚

    Indahnya negeriku Indonesia.

    BalasHapus
  10. Gili Trawangan yang cantik. Saya jadi (banget) kepengin ke sana nih. Makasih banyak ya telah berbagi perjalanan yang indah dan berkesan. Semoga sehat selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang sangat indah pak..terimaksih juga sudah berkenan mampir di blog ini πŸ™

      Hapus
  11. seronoknya dapat bersiar2 dengan basikal... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sis, kalau jalan kaki lumayan jauhπŸ˜€

      Hapus
  12. Mbak saya penasaran untuk jalan-jalan ke Lombok berapa budget-nya... Menarik sekali ke situ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuh kebetulan semua budget kurang paham saya mas,soalnya tinggal berangkat πŸ˜€πŸ™

      Hapus
  13. bagus banget, lombok memang ga pernah mengecewakan :D, seharusnya sebagai warga indonesia kita harus bangga punya tempat-tempat wisata yang bagus, jadi ga perlu keluar negeri lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Khanif,memang cakep koq,..memang harus banggalah dengan keindahan negri sendiri hehe

      Hapus
  14. ongkos yang dikeluarkan kalo menurut saya ngeri ngeri sih hehe, tapi memang liburan ke lombok itu ga bakal rugi kalo budgetnya ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas...agak tutup mata juga kalau ingat budgetnya,tapi kalau ada sedikit rejeki gak ada salahnya ke sini.

      Hapus
  15. Lombok nampak menarik untuk dilawati sebab permandangan yang sangat cantik. Nampak best la tepi pantai dengan bean bag berwarna pink tu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak,.. memang cantik di sini, semua serba pink sesuai dengan nama tempatnya.

      Hapus
  16. Nampaknya Lombok akan masuk senarai lawatan akan datang. Selalu baca tentang keindahan di Lombok.
    Warna pink itu memang rare betul, sampai buah kelapanya pun warna pink. Terhibur saya melihatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Amie,Lombok bisa jadi alternatif liburan juga, banyak tempat cantik di sini....iya semuanya nuansa pink πŸ˜€

      Hapus
  17. Hadeuh Mbak, lihat foto-fotonya saja bikin saya tambah kepincut deh...
    Asik juga sepertinya menyewa sepeda buat keliling...
    Itu seba pink begitu ya. Benar-benar cantik dan memberi kesan ceria.
    Foto saat senja nya...ah wow banget deh Mbak

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, memang cantik tempatnya, semua nuansa pink gitu, buat perempuan tambah ceria πŸ˜€..sewa sepeda alternatif kalau gak mau jalan,tapi sehat juga sih .

      Hapus
  18. seronok nya dpt bercuti...relax2 gitu

    BalasHapus
  19. Kalo kesana memang enaknya pakai tur ya mba, jadi udah beres semuanya. Aku catet deh travel yg mba pakai ini. Walopun aku ga terlalu suka pantai, tapi Krn suami cinta banget, sesekali aku ajakin main ke daerah pantai πŸ˜„. Ntr dia eksplor pantai, aku kulineran deh..

    Naik boat aku ada beberapa kali. Tapi kalo naiknya di laut memang serem, takut kebalik apalagi kalo udh kena ombak πŸ˜‚. Dulu aku naik pas island hopping di belitung. Mana ga bisa berenang kan πŸ˜…. Tapi seru pas kena percikan air dan anginnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih mbk Fanny,tinggal terima beres aja, soalnya kayaknya di sana gak tau grab car udah ada atau belum sebanyak kota"besar,takutnya agak susah kalo mau jalan, pakai jasa travel tinggal duduk manis aja.

      Aku baru pertama kali naik boat jadi agak ngeri-ngeri juga karena kenceng,berasa melayang lalu jatoh hehehe, jiwa petualang saya masih kalah jauh di banding mbk Fanny 😁.

      Hapus
  20. cantik cafe yg bertemakan pink tu ye....air kelapa pun pink...parent & 2 adik perempuan pernah holiday juga di lombok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sis,semuanya bertema pink..wah sudah ada yang pernah berlibur ke sini yah..

      Hapus
  21. ok kumpul duit boleh pergi melancong ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak...kalau sudah siap main ke sini ya kak πŸ˜€

      Hapus
  22. sunsetan di Gili Trawangan pokoknya mantappp, apalagi kalau sore-sore sepedaan gitu, seru abis
    Kulinernya juga enak-enak, apalagi kalau pesan ikan bakar di pasar malamnya, terus dinikmati rame-rame, nikmat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbk..cakep banget pas sore harinya, bisa keliling, cari makanan khasnya....asiik banget deh

      Hapus
  23. Salam. Rindu Lombok. Kami belum sempat ke Gili Trawangan, hanya ke Gili Air. Lombok memang cantik Subhanallah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam juga sis....iya Lombok memang sungguh indah, saya justru belum ke Gili Air sis, pingin tauk juga bagaimana di sana πŸ˜€

      Hapus